GAJI DAN REZEKI
Kuningan, mipembangunan.sch.id-
Kata gaji sudah tidak asing lagi bagi kaum pegawai, karyawan dan sejenisnya. Mereka akan menunggu awal bulan dan menanti-nanti datangnya waktu gajian. Tidak dapat dipungkiri bahwa mindset kaum gajian akan selalu mendambakan gaji. Sebagai muhasabah/introspeksi diri perihal rezeki sering sekali diabaikan, baik bagi kaum pegawai atau pun kaum wirausahawan. Bagi pegawai hanya gaji yang dinanti, adapun kaum wirausahawan hanya omset yang dikejar. Fakta tersebut tidak semuanya salah karena masing-masing membawa manfaat untuk memenuhi kebutuhan hidup, namun perlu ada yang diluruskan. Tulisan sederhana ini akan membuka cara pandang Anda tentang gaji dan rezeki. Sebelumnya mari disimak pernyataan yang saling berlawanan di bawah ini:
Gaji itu dibatasi, sedangkan rezeki tak terbatas.
Gaji itu dinanti keinginan, sedangkan rezeki dinanti ketenangan.
Gaji itu terduga, sedangkan rezeki tak terduga.
Gaji itu dari perusahaan, sedangkan rezeki dari Tuhan.
Gaji itu belum tentu memuaskan, sedangkan rezeki pasti mencukupkan.
Tidak semua orang punya gaji, tapi semua orang pasti punya rezeki, dan seterusnya. Hati hati dengan pola pikir yang keliru, saat seseorang hanya fokus terhadap gaji maka akan lelah, karena sebesar apapun gaji belum tentu mencukupi. Mulailah fokus terhadap rezeki. Rezeki itu luas dan melimpah, bahkan gajipun termasuk salah satu rezeki yang berbentuk uang. Kesehatan itu rezeki karena kondisi sehat maka akan mendapatkan uang, ilmu itu rezeki karena dengan ilmu akan mendapatkan uang, silaturahim itu rezeki karena dengan silaturahim akan mendatangkan uang. Jadi apabila seseorang hanya fokus kepada gaji, saat gaji itu habis maka akan terasa gundah gulana, ia lupa bahwa hari itu gaji boleh habis tapi ia tidak mampu memanfaatkan kesehatannya untuk berpikir mencari rezeki lain, ilmunya sempit dan tidak dapat menghasilkan rezeki lain, hubungan silaturahimnya terputus tidak dapat rezeki lain.
Mulailah fokus terhadap rezeki agar jiwa dan raga mampu merespon peluang-peluang lain yang ada di sekitar, dengan peluang itu akan mampu menghasilkan rezeki yang berlimpah termasuk uang dan materi lainnya. Sebagai penegasan, perlu diketahui bahwa Allah Swt tidak menjanjikan gaji tapi menjamin rezeki untuk semua makhluk-Nya. Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat Hud ayat 6:
وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
Artinya:
"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh al-Mahfuzh)."
Firman Allah tersebut sangat jelas bahwa Allah mengatur dan memberikan rezeki untuk semua makhluk, tidak terlepas seekor binatang melata yang tidak memiliki pikiran pun Allah jamin. Lalu bagaimana dengan manusia yang Allah anugerahkan akal untuk berpikir, lisan untuk berkomunikasi, tenaga untuk berbuat, masih merasa galau terhadap jaminan Allah, semua itu dikarenakan memiliki pikiran sempit bahwa yang mampu memenuhi kebutuhan adalah gaji dan mengabaikan rezeki. Padahal sekalipun gaji habis, kalau pikiran manusia fokus terhadap rezeki, maka Allah akan membuka pintu-pintu rezeki selain gaji dan itu akan mampu mencukupi semua kebutuhan manusia. Wallahu a'lam. (Ma'danil Iman)
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Sukses Gelar Festival Seni Islami 2026, MI Pembangunan Mandirancan Sampaikan Apresiasi kepada Yayasan, IGTK, Dewan Juri dan Sponsor
MANDIRANCAN – Gelaran akbar Festival Seni Islami yang dilaksanakan di MI Pembangunan Mandirancan pada tanggal 21-22 Januari 2026 berakhir dengan sukses luar biasa. Halama
Selamat Hari Amal Bakti Kemenag ke-80
Mandirancan-Kuningan, Keluarga besar MI Pembangunan Mandirancan, Kuningan, dengan penuh rasa syukur dan bangga mengucapkan Selamat Hari Amal Bakti Kementerian Agama Republik Indonesia
PENTING: Segera Lakukan Update RDM Versi 3.1 Sebelum Penutupan Link Lama pada 3 Januari 2026
Pembaruan aplikasi Rapor Digital Madrasah (RDM) Versi 3.1 (Revisi 20251231224844) kini telah tersedia dengan membawa peningkatan stabilitas dan fitur baru yang krusial. Fokus utama pada
Kenapa Siswa Madrasah Tidak Merayakan Tahun Baru? Simak Penjelasan dan Amalannya!
Mandirancan-Kuningan, Momen pergantian tahun masehi seringkali diwarnai dengan berbagai perayaan meriah di lingkungan sekitar kita. Namun, sebagai institusi pendidikan yang berlandaska
Menjaga Ibadah dan Akhlak di Masa Libur Sekolah
Liburan sekolah telah tiba, membawa kesempatan bagi seluruh siswa Madrasah Ibtidaiyah Pembangunan Mandirancan untuk beristirahat sejenak dari rutinitas akademik. Namun, bagi seorang mus
Mengatasi Gagal Kirim Nilai RDM Akibat Perbedaan Alamat IP
Salah satu kendala yang sering ditemui saat pengiriman nilai ke portal pusat adalah munculnya notifikasi pembatasan kevalidan alamat IP. Masalah ini umumnya terjadi karena perangkat ata
Solusi Cepat Mengatasi Gagal Kirim Nilai RDM ke Kemenag Pusat
Memasuki akhir semester, tugas akhir yang paling krusial bagi operator madrasah adalah memastikan seluruh data hasil belajar siswa tersimpan dengan aman di server nasional. Namun, prose
Memasuki Bulan Rajab 1447 H: Mengagungkan Bulan Haram dengan Ketaatan
Kuningan – Umat Islam kini telah memasuki tanggal 1 Rajab 1447 H. Sebagai salah satu dari empat Asyhurul Hurum (bulan-bulan yang dimuliakan), kehadiran Rajab kembali mengingatkan
Persiapan Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) 2025: Jadwal Uji Coba dan Pelaksanaan Utama
Kementerian Agama terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) sebagai langkah strategis untuk memetakan kompetensi guru, kepala m
Yayasan Pembangunan Pendidikan Al-Muawanah Mandirancan dan Kemenag Kuningan Bersinergi Galang Dana untuk Sumatera
Sebagai wujud nyata solidaritas kemanusiaan, Yayasan Pembangunan Pendidikan Al-Muawanah Mandirancan menyerahkan donasi tanggap bencana Sumatera sebesar Rp. 9.845.000 kepada Kemente
